--> Skip to main content

Film Dua Garis Biru, Antara Kontroversi dan Strategi


Film Dua Garis Biru bulan Juli sedang ramai dibicarakan. Film yang mengangkat seputar remaja ini menuai kontroversi karena konten yang dibawanya dianggap kurang baik untuk generasi muda. Meski begitu, film ini secara strategi sukses bercokol dibanyak teater di Semarang.

Ini menarik untuk dibahas. Kami akan mengambil pengalaman penonton di Semarang yang begitu unik, terutama dalam jumlah bioskop yang menayangkan film Indonesia. Tidak mudah sebuah film tayang di Semarang, bahkan untuk karya yang membawa konten paling menarik pun.

Ramai jadi perbincangan 

Apalagi bukan media sosial asal muasalnya saat ini yang banyak orang sering berbicara tentang opininya. Film Dua Garis Biru yang rilis 11 Juli 2019 ini benar-benar menarik bagi netizen.

Beberapa opini yang jadi bahan pembicaraan adalah tentang usia remaja yang masih bersekolah sudah melakukan hubungan. Meski tujuan filmnya menurut kami ini baik dari sisi edukasi, tetap saja selalu ada perdebatan.

Tambah bioskop


Ditengah kontroversi film, kami tidak ingin banyak berbicara di sana. Kami ingin melihat film yang dibintangi Angga Aldi Yunanda dan Adhisty Zara ini pertama rilis di bioskop, khususnya Semarang, hanya mampu mendapatkan 3 bioskop.

Hari pertama, film berdurasi 113 menit tayang normal. Hari kedua, tambah bioskop. Awalnya hanya tayang di bioskop Java, DP dan Transmart. Namun berikutnya, tayang di DP Mall dengan jumlah 2 studio. Rata-rata hari pertama cuma 1 studio atau teater.

Hari ketiga, kejutan lagi. Tambah lagi di bioskop Citra dengan 2 studio. Total bioskop yang memutar ada 5 bioskop, minus tanpa bioskop Eplaza. Sudah lebih dari sepekan dari tanggal rilis, film ini masih mendapatkan 2 studio dibeberapa bioskop.

Strategi film

Gambar-gambar dari Instagram @duagarisbirufilm

Salah satu strategi film yang umum dilakukan saat ini adalah road show ke kota-kota dengan membawa beberapa pemainnya. Film Dua Garis Biru melakukannya dengan mampir ke Kota Semarang hari kedua filmnya tayang.

Namun yang kami soroti dari sisi strategi film adalah dampak kontroversi yang tanpa sengaja membuat film ini ramai dibicarakan. Dan itu sukses menurut kami bila berbicara jumlah bioskop.

Opini yang dibangun memang terkesan negatif, meski tujuan film sebenarnya memiliki sesuatu yang baik. Dan opini tersebut tanpa sadar membuat rasa penasaran yang akhirnya menjadi ramai.
...

Hingga tulisan ini dibuat, film Dua Garis Biru sudah mencapai 1,7 juta penonton selama 11 hari pemutarannya. Menarik, bukan. Apa yang netizen bicarakan, baik kontroversi atau pun hal baik pada film, membuat penulis merangkap sutradara, yaitu Ginatri S. Noer berhasil menterjemahkan film dari sisi jumlah penonton.

Kira-kira, ada film apa lagi yang menarik untuk dibahas bulan Agustus? Ikuti Kofindo, yah.

Artikel terkait :
Klik gambar
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar